Delivery
Frequency
Frequency di Meta Ads adalah rata-rata berapa kali setiap orang dalam audiens yang terjangkau melihat sebuah iklan pada periode tertentu, dihitung dengan membagi jumlah impresi dengan reach.
Fakta kunci tentang Frequency
- Dikenal juga sebagai
- Average frequency, Frekuensi
- Rumus
- Frequency = impresi ÷ reach
- Kategori
- Delivery
- Terakhir diperbarui
- 20 Agustus 2026
Di AdOps
Bagaimana Frequency dipakai di dalam AdOps?
Frequency tidak tersedia di AdOps. Reach maupun frequency tidak termasuk dalam 19 field Meta Graph API yang dipetakan katalog metrik AdOps, sehingga tidak ada condition yang bisa mengujinya; Impressions dan CPM adalah sinyal terdekat yang tersedia.
Data contoh Frequency adalah berapa kali rata-rata orang yang terjangkau melihat sebuah iklan: impresi dibagi reach. AdOps tidak bisa membacanya. Reach dan frequency tidak termasuk dalam 19 field Meta Graph API yang dipetakan katalog metriknya, jadi ambang frequency tidak bisa ditulis ke dalam condition AdOps mana pun.
Bagaimana cara menghitung frequency?
Bagi impresi dengan reach pada periode yang sama. Ad set yang menayangkan 1.200.000 impresi ke 400.000 orang selama 7 hari punya frequency 3,0. Bila minggu berikutnya 1.200.000 impresi yang sama hanya menjangkau 240.000 orang, frequency naik ke 5,0 padahal spend Rp 6.000.000 sama sekali tidak berubah.
Kenapa frequency yang naik itu peringatan?
Frequency naik pada spend datar berarti audiens diulang, bukan diperluas. Biasanya ia datang bersama CPM yang naik dan CTR yang turun, dan inilah salah satu mekanisme di balik ad fatigue, karena biaya hasil berikutnya memanjat sementara tidak ada satu pun setelan campaign yang berubah.
Apa gantinya di dalam rule AdOps?
Impressions dan CPM. Karena keduanya ada di katalog 45 metrik dan mendukung 11 reporting period, condition compare-to-metric bisa menguji CPM Last 7 days terhadap CPM Last 30 days, dan lantai CTR (link clicks) bisa menangkap penurunan engagement yang biasanya menyertai paparan berlebih.
Glosarium
Istilah terkait
Istilah yang biasanya dibaca pengiklan dalam satu duduk.
Ubah metrik ini menjadi rule yang mengawasinya.
Pilih metriknya, pilih satu dari 11 reporting period, tentukan ambang batasnya, lalu pilih apa yang terjadi saat ambang itu dilewati. Tidak ada yang berjalan di campaign Anda sampai rule disetel live.