AdOps adalah platform automation rule untuk Meta Ads, dan satu rule di AdOps terdiri dari empat hal: ad account yang dipantau, filter yang mempersempit campaign mana yang tersentuh, satu atau beberapa task yang memasangkan action dengan kondisi, dan jadwal. Panduan ini menyusun satu rule utuh di satu ad account, lalu membaca isi execution log-nya.
Apa saja isi sebuah rule automation AdOps?
Rule builder AdOps meletakkan seluruh rule dalam satu halaman, dibagi jadi empat kartu.
Basic Information berisi nama rule dan ad account. Satu rule boleh memakai maksimal 5 ad account. Untuk rule pertama, pakai satu saja — kalau ada yang meleset di rule yang menyentuh lima akun, bersih-bersihnya juga lima kali lipat.
Filter Configuration menentukan level (Campaigns atau Ad sets) dan mempersempit cakupan. Tasks & Conditions menampung logikanya. Schedule Configuration menentukan seberapa sering rule bangun. Dua tombol di bagian atas adalah Save as Draft dan Set Live, dan hanya rule live yang benar-benar dijalankan: dispatcher AdOps hanya mengambil rule berstatus ACTIVE.
Bagaimana mempersempit rule ke campaign yang benar-benar dimaksud?
AdOps mempersempit cakupan lewat pre-filter, sebelum satu metric pun diambil. Tersedia tiga field, masing-masing berupa chip yang bisa diedit langsung:
| Field filter | Operator | Pemakaian umum |
|---|---|---|
| Campaign ID | equal, not equal | Mengunci rule ke satu campaign selama masa uji |
| Campaign Name | contains, does not contain | Mengikuti konvensi penamaan, atau mengecualikan TEST dan DNT |
| Campaign Status | is, is not — ACTIVE atau PAUSED | Hanya menyentuh yang jalan, atau hanya yang sudah pause |
Filter nama adalah yang paling sering dipakai. Kalau nama campaign sudah memuat prefix per brand atau per tahap funnel, satu filter contains langsung mengubah konvensi itu jadi cakupan rule tanpa kerja tambahan.
Setiap kali filter berubah, builder memanggil API dan menampilkan Estimated match: N Campaigns, diperbarui 500 milidetik setelah ketikan terakhir, dengan rincian per akun di tooltip. Baca angka itu sebelum menyimpan. Angka tersebut menjawab satu-satunya pertanyaan yang penting di tahap ini: berapa campaign yang boleh disentuh rule ini?
Metric, periode, dan ambang mana yang dipakai?
Satu kondisi terdiri dari metric, periode laporan, operator, dan nilai. AdOps menyediakan 45 metric dalam 6 kategori — conversion, cost efficiency, engagement, time-based, core performance, dan custom — dengan 6 operator dan 11 periode laporan mulai Today, Yesterday, 3, 7, 14 dan 30 hari terakhir, bulan ini, bulan lalu, sampai Lifetime.
Dua kebiasaan ini menghemat banyak masalah:
Jangan biarkan satu ambang berdiri sendiri. Kondisi Purchase ROAS 7 hari terakhir lebih kecil dari 1,2 akan cocok pada campaign yang baru habis Rp 40.000 dan belum menghasilkan apa-apa, dan itu bukan sinyal. Tambahkan gerbang volume di task yang sama: Spend 7 hari terakhir lebih besar dari 2.000.000. Dengan operator task disetel AND, keduanya harus terpenuhi.
Isi periode di setiap kondisi. Kondisi tanpa periode akan jatuh ke today, sehingga rule yang jalan pukul 09.00 menilai campaign dari tiga jam data.
Cukupkan satu task dengan satu grup kondisi dan satu operator AND atau OR. Kalau logikanya memang butuh “salah satu dari dua situasi”, buat dua task dengan action yang sama, bukan satu task yang pintar.
Bagaimana mencegah satu rule menembak campaign yang sama dua kali?
Setiap task punya action frequency sendiri — cooldown yang terpisah dari seberapa sering rule dijalankan. Ada 11 pilihan: 15 menit, 30 menit, 1, 2, 3, 6 dan 12 jam, sekali sehari, sekali dalam 2 hari, sekali dalam 3 hari, dan sekali seumur hidup.
Lima action menerima frequency: notify, duplicate, increase budget, decrease budget, dan set budget. Cooldown inilah yang menahan rule berinterval 15 menit agar tidak menaikkan budget yang sama empat kali dalam sejam selama metric-nya masih di atas garis. Setelah sebuah action jalan, engine menulis timestamp next execute untuk kombinasi campaign dan task itu; kalau rule dievaluasi ulang sebelum waktu tersebut, hasilnya tercatat Skipped dengan alasan next_execute_not_reached, bukan hilang diam-diam.
Pilihan sekali seumur hidup lebih berguna dari kelihatannya. Task penandaan dengan frequency lifetime menulis label persis satu kali per campaign, jadi nama campaign tidak menumpuk sufiks yang sama berulang kali.
Seberapa sering rule-nya sendiri perlu jalan?
Ada dua mode jadwal. Run every N adalah interval tetap, dari 15 menit sampai 72 jam. Run on spesific days and time membuka grid 7 hari kali 24 jam — kolom Week plus Minggu sampai Sabtu, 24 baris jam — dan rule hanya bangun pada slot yang diklik.
Pakai mode interval untuk apa pun yang sifatnya reaktif, dan timetable untuk apa pun yang terikat jam tertentu, misalnya reset budget malam hari. Pengecekan yang sering bukan tanpa konsekuensi: makin sering rule bangun, makin banyak kesempatan sebuah action untuk menembak — itulah sebabnya cooldown per task lebih menentukan daripada intervalnya.
Ada juga checkbox opsional “Run within a date range” untuk rule yang hanya perlu hidup selama satu periode kampanye, dan pada rule yang sudah tersimpan builder menampilkan timestamp Next Scheduled Execution secara persis.
Apa yang diceritakan log setelah eksekusi pertama?
Buka menu Logs pada rule tersebut. Setiap baris adalah satu batch — waktu eksekusi, ad account, applied items, affected tasks — dan mengkliknya memberi bukti per campaign.
Untuk setiap campaign dan setiap task, halaman detail menampilkan badge Executed / Not Executed / Skipped, panel Action Details berisi parameter yang dipakai, dan panel Condition Evaluations yang mencetak tiap kondisi sebagai Actual <nilai> <operator> Expected <nilai> dengan badge Pass hijau atau Fail merah. Kalau action mengubah sesuatu, blok Value Changes menampilkan Before berwarna merah dan After berwarna hijau. Setiap task juga mencantumkan waktu eksekusi dalam detik dan jadwal eksekusi berikutnya.
Layar itulah inti dari semua ini. Rule yang tidak bisa diaudit cepat atau lambat akan dimatikan sendiri karena penggunanya tidak tenang.
Kesalahan apa yang paling mahal di minggu pertama?
Ada empat, diurutkan dari yang paling sering terjadi.
Langsung set live di semua akun. Pasang satu akun. Baca satu log. Baru melebar.
Memulai dari action budget. Perubahan budget langsung dikirim ke Meta, dan increase, decrease serta set budget masing-masing punya field batas — Maximum budget cap pada increase, Minimum pada decrease — yang tidak diisikan otomatis. Isi angkanya sebelum rule di-set live.
Menilai dengan today. Today adalah jendela yang belum utuh, dan itu nilai default-nya. Sebagian besar keputusan lebih tepat memakai 3 hari atau 7 hari terakhir.
Menulis rule pause tanpa jejak. Pause hanya menulis perubahan status ke Meta dan tidak meninggalkan apa pun yang terbaca di nama campaign. Pasangkan setiap pause dengan task add to name berisi tanda dan token {date}, supaya akun itu sendiri mencatat apa yang terjadi dan kapan.
Rule terkecil yang benar mengalahkan rule paling ambisius. Set live, biarkan sehari, baca log-nya, baru tambahkan task kedua.